33

IMFI Regional IV

Show Your Action!!

gubernur baru

Kepengurusan baru IMFI Regional IV

Ditandai dengan penyerahan simbolis proker sebelumnya kepada Risca Priatindini sebagai Gubernur IMFI Regional IV periode 2013/2014

pengurus baru

BPH Regional periode 2013/2014

Semangat IMFI Regional IV!!

muswil imfi

Muswil IMFI Regional 4

Kebersamaan dalam rangkaian muswil di IIK Kediri

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 April 2015

kegiatan pengmas di malang


LAPORAN KEGIATAN BAKTI SOSIAL
IKATAN MAHASISWA FISIOTERAPI INDONESIA (IMFI)
REGIONAL IV
DEPARTEMEN PENGABDIAN MASYARAKAT

A.    PENDAHULUAN
      Sebagai calon tenaga kesehatan terutama seorang calon fisioterapis sudah sepatutnya memiliki kepekaan dan perhatian terhadap sesama. Kepekaan dan perhatian tersebut meliputi bayak hal mulai dari melaksanankan kewajiban sebagai tenaga kesehatan secara ikhlas tanpa membeda-bedakan antara satu yang lain maupun dengan berbagi kebahagian kepada sesama.
      Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV melalui departemen pengabdian masyarakat selaku wadah bagi para calon fisioterapis muda yang mana selalu mendukung dan mengapresiai segala kegiatan-kegitan positif di masyarakat. Hal ini selaras dan sesuai dengan program kerja dari departemen pengabdian masyarakat itu sendiri yaitu:
1.      Sosialisasi (ke sekolah sekolah SMA sekitar tempat baksos di JAWA dan BALI)
2.      Pengenalan IMFI kepada masyarakat dengan mengasah sofskillt dan hardskill kita sebagai fisioterapi
Oleh karena itu, kami selaku Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV melalui departemen pengabdian masyarakat melakukan kegiatan rutin bakti sosial yang mana kegiatan ini akan dilaksanakan rutin satu bulan sekali. Pada kegiatan perdana bakti sosial, Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV memulai sekaligus mengawali kegiatan tersebut dengan melakukan kerjasama dengan sebuah lembaga yang bernama Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB). Dan lokasi kegitan bakti sosial perdana dilakukan di Pesantren Yatim Piatu Dhuafa NURUS SA’ADAH, yang beralamatkan di Jalan Imam Bonjol III Sisir Kota Wisata Batu.

B.     TUJUAN
1.      Sosialisasi (ke sekolah sekolah SMA sekitar tempat baksos di JAWA dan BALI)
2.      Pengenalan IMFI kepada masyarakat dengan mengasah sofskillt dan hardskill kita sebagai fisioterapi


C.     PELAKSANAAN KEGIATAN
1.      Peserta :
+/- 40 orang peserta, 7 orang pengurus Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV, 6 orang pengurus Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB).
2.      Penyelenggara :
Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV Departemen Pengabdian Masyarakat.
3.      Pelaksanaan :
a.       Hari / tanggal        : Minggu / 25 Januari 2015
b.      Waktu                   : 09.00 s/d 11.00
c.       Tempat                  : Pesantren Yatim Piatu Dhuafa NURUS SA’ADAH
d.      Alamat                  : Jalan Imam Bonjol III Sisir Kota Wisata Batu.
4.      Laporan Pelaksanaan :
-          Pembukaan (MC)
-          Sambutan-sambutan
-          Pengenalan Fisioterapi
-          Penyuluhan “Pola Hidup Sehat dan Penanganan Cidera”
-          Pengenalan Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB)
-          Pengenalan Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI)
-          Hiburan sekaligus pembagian konsumsi
-          Penyerahan Bantuan
-          Penyerahan Kenang-kenangan
-          Do’a
-          Penutup
-          Foto Bersama

D.    PENUTUP
      Demikian laporan kegiatan bakti sosial Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Regional IV Departemen Pengabdian Masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan rutin bakti sosial seperti ini dapat menambah rasa empati dan kepekaan kita kepada sesame sekaligus dapat mensosialisasikan dan memperkenalkan Fisioterapi di masyarakat.

Selasa, 14 April 2015

pertemuan imfi regional 4 di kediri

hasil musyawarah imfi regional 4 di kediri

diharapkan bagi seluruh anggota untuk lebih solid lagi dan diharapkan untuk melancarkan komunikasi antar anggota



seminar dan workshop estetika



bagi yang berminat yuk mari joint

Minggu, 22 Maret 2015

Olimpiade Nasional Geriatric Dementia Universitas Muhammadiyah Surakarta


Kamis, 19 Maret 2015



Masyarakat Indonesia sebagian besar bekerja menggunakan beban fisik. Masyarakat cenderung melakukan kegiatan semaksimal mungkin untuk mendapatkan penghasilan sebanyak-banyaknya. Kegiatan yang dilakukan secara terus menerus tanpa diselingi istirahat dapat mengakibatkan dampak negatif dalam waktu panjang. Kegiatan yang dilakukan secara berkepanjangan dengan posisi yang salah juga dapat mengakibatkan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Masalah ini sering diabaikan oleh masyarakat, karena itu masyarakat perlu diberikan suatu edukasi untuk dapat memahami dampak yang terjadi akibat kelelahan kerja. Salah satu cara terjun langsung ke masyarakat yaitu dengan melakukan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat (P2M).
Pelaksanaan P2M merupakan salah satu kewajiban dari universitas dan disetiap jurusan. Pelaksanaan P2M banyak bermanfaat bagi mahasiswa, masyarakat maupun dari instansi bersangkutan. Dalam pelaksanaan ini dapat memadukan teori yang didapat dengan pelaksanaan secara nyata. Program ini dapat menuntun mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan dengan berinteraksi sesuai dengan adat di setiap lokasi.
P2M seseungguhnya selain bermanfaat untuk mahasiswa juga bermanfaat untuk warga sekitar yang ikut berpartisipasi untuk datang dan berperan aktif dilokasi. Dari P2M yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi akan meningkatkan ilmu masyarakat awam.
Di dalam P2M yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura di Banjar Senganan Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, tanggal 20 – 22 Februari tahun 2015 yang bertemakan KINEMATIKA III ( Kinerja Eksternal Mahasiswa Fisioterapi Kemasyarakat ). Dari tema diatas kami bertujuan untuk membantu masyarakat dalam gangguan fungsi gerak pada tubuh yang dimana masyarakat bermayoritas sebagai peternak dan petani.
Disini kami memberikan kuisioner dengan Nordic Body Map dan 30 pertanyaan tanda - tanda kelelahan umum selanjutnya melakukan assesment, diagnosa, perencanaan, intervensi serta re-evaluasi kepada klien kami. Adapun jumlah masyarakat berpartisipasi ada 128 orang. Rata – rata keluhan yang di miliki oleh masyarakat desa Sengganan antara lain Back Pain, Elbow, Tendinitis Bicipitalis, Tendinitis Supraspinatus, Tremor, Frozen Shoulder, Piriformis Syndrom, serta Stroke. Modalitas yang kami gunakan adalah Infra Red (IR), Manual Therapy, dan Exercise Therapy. Sebagian Besar keluahan yang dialami klien dapat membaik setelah kami tangani. Pada KINEMATIKA III ini kami menjumpai klien yang mengalami Stroke, sehingga harus kami intervensi secara rutin selam 3 hari. Excercise Therapy juga kami berikan kepada beberapa klien untuk mengoptimalkan fungsi gerak tubuh klien.








Sabtu, 14 Maret 2015

Aksi Sosial Universitas Arga Husada


Jumat, 06 Maret 2015

Osteoporosis



OSTEOPOROSIS

Tulang mengalami perkembangan antara umur 13-15 tahun dan mulai menurun karena faktor usia dan osteoporosis dalam empat dekade terakhir. Karena itu, penting bagi seorang remaja mengoptimalkan proses pembentukan tulang selama dewasa sebagai bagian perlindungan terhadap osteoporosis di masa tua. Dengan melakukan latihan-latihan olahraga secara teratur dan gerakan yang benar maka akan sangat bermanfaat dalam pencegahan maupun dalam pengobatan osteoporosis. Latihan olahraga tertentu tidak hanya dapat membantu kita melindungi diri terhadap berkurangnya kepadatan tulang akibat bertambahnya usia, tetapi juga dapat meningkatkan kepadatan massa tulang pada daerah-daerah tertentu.
Terutama bagi wanita biasanya mengalami osteoporosis lebih dulu dari pada pria. Kalau
kita berpola hidup yang sehat, badan dapat membuat tabungan tulang yang lebih banyak. Tetapi setelah umur 35 tahun, tulang yang dibuang (oleh badan kita sendiri) menjadi lebih sering, sedangkan penabungan tulangnya tetap sama. Pada waktu seorang wanita mengalami menopause, pembuangan massa tulang meningkat karena tidak adanya hormon estrogen. Pada kebanyakan wanita, pembuangan massa tulang lebih banyak dibandingkan dengan pembentukan tulang. Akibatnya, terjadilah osteoporosis alias keropos tulang. Dan pada usia 50-an tahun, kemungkinan untuk mengalami patah tulang karena osteoporosis menjadi lebih besar.
Tidak perlu menunggu tua untuk mencegah osteoporosis, karena pencegahan sejak usia dini sangat efektif dan dapat meminimalisir resiko tersebut. 
sumber foto : https://www.rheumatology.org/assets/0/116/429/489/f2c55648-ecb9-44e7-968a-f4d72328c903.jpg?n=678


FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB RESIKO OSTEOPOROSIS
1.      Wanita
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormonestrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu,wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun.
2.      Usia
Seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru menurun. Pada usia 75-85tahun, wanita memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pria dalam mengalami kehilangan tulang trabekular karena proses penuaan, penyerapan kalsium menurun dan fungsi hormon paratiroid meningkat.
3.      Ras/Suku
Ras juga membuat perbedaan dimana ras kulit putih atau keturunan asia memiliki risikoterbesar. Hal ini disebabkan secara umum konsumsi kalsium wanita asia rendah. Salahsatu alasannya adalah sekitar 90% intoleransi laktosa dan menghindari produk dari hewan. Pria dan wanita kulit hitam dan hispanik memiliki risiko yang signifikan meskipun rendah.
4.      Keturunan Penderita Osteoporosis
Jika ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis, maka berhati-hatilah.
Osteoporosis menyerang penderita dengan karakteristik tulang tertentu. Seperti kesamaan
 perawakan dan bentuk tulang tubuh. Itu artinya dalam garis keluarga pasti punya strukturgenetik tulang yang sama.
5.      Gaya Hidup Kurang Baik
v  Konsumsi daging merah dan bersoda
v  Minuman berkafein dan beralkohol
v  Malas olahraga
v  Merokok
v  Kurang kalsium
6.      Mengonsumsi obat
Obat kortikosteroid yang sering digunakan sebagai anti peradangan pada penyakit asma dan alergi Jika sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi akan mengurangi massa tulang. Sebab, kortikosteroid menghambat proses osteoblas. Selain itu, obat heparin dan anti kejang juga menyebabkan penyakit osteoporosis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita osteoporosis adalah :
1.      Beban di depan: menahan beban di depan badan dapat membahayakan. Hal ini disebabkan karena memberikan pembebanan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan fraktur kompresi (patah tulang karena penekanan).
2.      Latihan otot-otot perut seperti crunch atau sit up sebaiknya dihindari sebab dapat menyebabkan fraktur kompresi.
3.      Latihan-latihan dengan fleksi ke depan (membungkuk) pada tulang-tulang punggung, misalnya membungkuk kedepan dari posisi duduk atau berdiri sebaiknya dihindari.
4.      Latihan olahraga pada para penderita osteoporosis sebaiknya tidak hanya latihan kekuatan untuk tulangnya saja, tetapi juga untuk memperbaiki perimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot sehingga dapat memperkecil kemungkinan jatuh. Jatuh adalah penyebab fraktur yang utama.
5.      Pada waktu melakukan latihan-latihan beban sebaiknya jangan sambil melakukan olahraga yang bergerak. Misalnya, jangan melakukan olahraga jalan sambil membawa beban atau dipasang beban pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Pada waktu melakukan latihanlatiha olahraga aerobik jangan menggunakan beban karena kemungkinan cedera menjadi lebih besar.


  • sumber ( http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131808341/Mencegah%20dan%20Mengatasi%20Osteoporosis.pdf )

Senin, 08 Desember 2014

Sejarah Fisioterapi



 Sejarah Fisioterapi

Fisioterapi atau bisa juga disebut dengan terapi fisik sudah lama dikenal sejak abad 2500 SM. Di Negara China fisioterapi dikenal sebagai pengobatan fisik yang berupa akupuntur dan teknik-teknik manual therapy. Terapi fisik semacam ini sudah tercatat dalam “Ayurveda” yaitu suatu sistem kedokteran paling tua yang sampai sekarang masih dipraktekkan. Negara India juga mengakui bahwa fisioterapi merupakan suatu bagian dari sistem kesehatan Negara yang harus ada.
Sejak tahun 460 SM telah tercatat dalam dunia kedokteran barat bahwa Hippocrates sudah mampu menggambarkan massage dan Hydrotherapy sebagai cara alternatif untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, pada era modern ini fisioterapi sudah mulai dikembangkan dengan tujuan dapat membantu meningkatkan proses penyembuhan dari berbagai macam penyakit yang ada. Di negara London sendiri terapi fisik ini sudah dikembangkan sejak tahun 1896, dimana awalnya bertujuan untuk meningkatkan mobilitas penderita yang harus dirawat di rumah sakit untuk menjaga kekuatan dan fungsi ototnya, sehingga tidak terjadi spasme otot (pengerasanotot). Pada saat pasien dirawat inap di rumah sakit dia akan sangat kurang melakukan pergerakan, yang mana apabila dibiarkan terus menerusakan menyebabkan otot mengecil. Untuk menangani masalah seperti ini diperlukan fisioterapi untuk memberikan terapi fisik kepada pasien tersebut.
Ilmu fisioterapi berkembang sangat pesat dan kemudian mulai dilakukan standardisasi layanan dan profesi fisioterapi yang didasarkan pada ilmu kedokteran modern. Seiring berkembangnya fisioterapi di dunia, maka pada tahun 1920 mulailah dibentuk suatu perkumpulan ahli-ahli fisioterapi di Inggris yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain di dunia, temasuk Indonesia. perkembangan ilmu dan layanan fisioterapi juga dipengaruhi oleh adanya perang dunia I dan II, dimana pada pasca perang tersebut terdapat peningkatan kebutuhan perawatan dan rehabilitasi korban perang. Aktivitas rehabilitasi pada saat itu lebih dititik-beratkan kepada layanan ortopedi, fisioterapi, dan terapi kerja. Oleh karena itu peran fisioterapi menjadi sangat penting.

Sumber : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Buku%20Ajar%20Kuliah%20Fisioterapi.pdf